Tweet #komentar

April 11, 2011 § Leave a comment


Jaka Arya Pradana
aajap Jaka Arya Pradana

Dan kepada-Mu pula lah kami akan kembali. Aamiin… #komentar
Jaka Arya Pradana
aajap Jaka Arya Pradana

Ya Allah Ya Tuhan kami, hanya kepada-Mu lah kami berlindung, hanya kepada-Mu lah kami meminta #komentar
Jaka Arya Pradana
aajap Jaka Arya Pradana

Ya Allah yang mengusai hati-hati kami. Tetapkan dan teguhkanlah hati kami hanya untuk-Mu. #komentar
Jaka Arya Pradana
aajap Jaka Arya Pradana

Ya Allah yang menguasai hati-hati kami. Ampunilah kami yang sering lalai dalam mengingat-Mu. #komentar
Jaka Arya Pradana
aajap Jaka Arya Pradana

Begitulah bila kita menginginkan pandangan manusia. Berbuat apapun pasti akan dianggap salah. Maka, cukuplah Allah menjadi tujuan. #komentar

Yth. Tim Pengacara Muslim [Tentang Tedi Kholiludin]

April 7, 2011 § Leave a comment


Yth. Tim Pengacara Muslim

Berikut ini saya lampirkan bukti penghinaan kepada Rasulullah oleh seorang yang tak berani bertanggungjawab. Ketika diminta pertanggungjawaban ia lari dan berlindung dibalik kalimat “hanya mengutip”. Semestinya mengutip pun, harus hal yang dikuasai dan harus berani bertanggungjawab dengan apa yang dikutipnya.

Ia mengatakan Rasulullah mengidap skizofrenia, dan Islam adalah produk skizofrenia. Ini memang bukan barang baru, tapi mengumbar ‘asal kutip’ ini di depan publik adalah penghinaan kapada Rasul secara terang-terangan. Mungkin ia dapat dijerat dengan pasal penodaan agama.

Bila hal seperti ini kita biarkan, besok-besok orang akan seenaknya untuk menghina Rasulullah, Melecehkan Islam, dan mungkin agama-agama lainnya. Hal ini akan sangat mengganggu kerukunan hidup ummat beragama. Baiknya sesama penganut ummat beragama dapat saling menghormati.

Mungkin sekian pengaduan saya. Saya adukan ini kepada Tim Pengacara Muslim, karena saya tidak tahu lagi harus mengadukannya kemana? Yang pasti saya sangat sakit hati dengan statement yang diumbar oleh @tedikholiludin yang telah melecehkan Islam. Harapannya TIM PENGACARA MUSLIM menindak lanjuti dengan membawa Tedi Kholiludin ke meja hijau. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Jaka Arya Pradana (081221848***)
Mahasiswa IT Telkom

*Printscreen tweet-nya saya lampirkan.
*Email ini dikirim kepada:
– H.M. Mahendradatta, SH, MH, PhD. (Ketua Dewan Pembina TPM Pusat)
– H. Achmad Michdan, SH (Wakil Ketua Dewan Pembina TPM Pusat)
– H. Abdul Rahim, SH (Ketua Umum DPP TPM Pusat)

« Read the rest of this entry »

Jadi Most Highlight di Kompasiana

February 8, 2011 § 1 Comment


@aajap : Terharu, tulisan gw dipajang di “Most-Highlight”nya @kompasiana . Jadi nyesel, kenapa ga dikirim ke @K0MPAS aja ya? 😀

*Eh, ternyata yang ditampilkan di tempat itu namanya bukan Most-Highlight, tapi Headline. Wah, jadi makin seneng. Hehe. Kenapa? Karena  untuk sebuah tulisan menjadi Headline, lebih sulit dari pada untuk menjadi highlight. Ini saya copas-kan dari Kompasiana, apa saja kriteria sebuah tulisan untuk menjadi headline, highlight, dan rekomendasi. 🙂

Kriteria Headline, Highlight dan Rekomendasi « Read the rest of this entry »

JIL, Ahmadiyah, FPI, dan Blokir

February 6, 2011 § 1 Comment


Kawan, izinkan saya bercerita tenang sesuatu yang sebenarnya biasa-biasa saja dan mungkin tidak begitu penting. Entah, saya hanya ingin menceritakannya. Begini, dari dzuhur tadi timeline di twitter begitu ramai dengan tweettweet ber-hastag #ahmadiyah, #fpi, dan #jil. Beritanya memang simpang siur. Tempo merilis bahwa jama’ah ahmadiyah dari luar daerah mendatangi rumah Parman, salah satu pimpinan jama’ah ahmadiyah yang rumahnya berada di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik. Jama’ah yang bukan merupakan warga setempat itu datang dengan menggunakan dua buah kendaraan beroda empat dan membawa berbagai senjata tajam.

Warga desa umbulan merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, maka mereka meminta jama’ah ahmadiyah untuk membubarkan diri. Namun jama’ah menolak, bahkan menantang. Salah satu tantangan mereka adalah, “jama’ah akan bertahan sampai titik darah penghabisan”. Mereka juga bilang, “lebih baik mati dari pada harus membubarkan diri”. Tantangan ini tentunya memancing warga yang awalnya masih mau kompromi, meski merasa tak nyaman.

Akhirnya warga secara massal mendatangi jama’ah. Namun ternyata jama’ah sudah siap menghadang dengan berbagai senjata tajam. Awal dari perkelahian ini adalah ketika salah satu warga desa umbulan dibacok hingga lengan kanannya hampir putus. Lalu bentrokan pun tak terhindari lagi hingga memakan korban jiwa. « Read the rest of this entry »

JIL, Pemikiran, Dan Masa Kecil

January 30, 2011 § 10 Comments


Meski akun saya di twitter (@aajap) sudah di-block oleh @ulil, sesekali saya masih suka membuka timeline milik Ulil Abshar Abdalla tersebut. Saya selalu penasaran dengan apa yang hendak ia sampaikan pada khalayak tweeps. Dan pada tanggal 25-26 Januari 2011 saya menemukan tweet @ulil tentang tiger parenting. Saya ikuti tweet demi tweet yang ia sampaikan. Sekedar info saja: tiger parenting maksudnya adalah mengasuh anak scr keras dan “otoriter” spt dalam keluarga Asia pd umumnya”, terangnya.

Memang pada tweettweet tersebut mulanya terkesan akademis dan berwawasan. Dan saya akui, memang wawasan pendiri Jaringan Islam Liberal tersebut boleh jadi cukup baik. Hanya logika yang hendak ditularkan #JIL saja yang saya rasa banyak bermasalah. Saya khawatir, dengan tersebarnya pemikiran-pemikiran #JIL, akan semakin banyak ummat yang semakin jauh dari Islam. Wallahu’alam, boleh jadi salah satu puncaknya seperti kisah ospek di IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung pada tahun 2004 silam, yang sangat kontroversial itu. Kalau tiak salah ingat, tepatnya di Fakultas Ushuluddin. [silahkan buka link video berikut : http://www.youtube.com/watch?v=y0WjZLjXiIw]

Bagi saya, hal ini tentu sangat meresahkan. Karena saya memiliki banyak teman, kerabat, sahabat, dan keluarga. Belum lagi suatu saat saya akan menikah dan punya keturunan. Saya akan sangat sedih dan menyesal bila ada di antara mereka yang terasuki pikirannya, sehingga mengarah seperti kejadian di IAIN tersebut. Sebuah kampus Islam yang mahasiswanya berani mengatakan ada area bebas Tuhan, bahkan secara tegas, jelas, dan gamblang berani menghina Tuhan dengan sangat kasarnya. Naudzubillah. Sekali lagi, ini adalah kekhawatiran. Bukan ranah saya untuk melakukan justifikasi.

Saya tak begitu tahu, apakah pemikiran-pemikiran yang disampaikan @ulil memang benar Ulil yakini, ataukah @ulil hanya ingin orang lain meyakini pemikiran tersebut saja. Sedang Ulil sendiri sebenarnya tidak begitu meyakini yang demikian. Atau pemikiran yang @ulil sampaikan memang benar-benar Ulil yakini juga, dan @ulil ingin orang lain berkeyakinan seperti pemikiran-pemikiran yang banyak @ulil dan @syukronamin sampaikan? Wallahu’alam.

Namun kali ini saya tidak hendak membicarakan tentang kekhawatiran saya tersebut, bukan juga hendak mempreteli satu demi satu pemikiran yang ia utarakan. Saya hanya ingin membagi sesuatu yang saya temukan di timeline @ulil. Sesuatu yang cukup menghentak saya tentang suatu hal. Yaitu pengaruh masa kecil terhadap kejiwaan seseorang, yang cepat ataupun lambat akan berpengaruh pada pola pikir orang tersebut. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with tweet at aajaka.

%d bloggers like this: