Tentang Film Tanda Tanya

April 12, 2011 § Leave a comment


Ini merupakan sedikit komentar saya tentang Film “?” di suatu milis. Maaf kalau berantakan, namanya juga komentar, bukan tulisan šŸ˜€

***

Kayanya saya harus cepet-cepet bikin tulisan ya… tapi males… plus TA juga udah ngejar-ngejar…. šŸ˜¦

Intinya gini, ada istilah “Penulis itu telah mati (setelah karyanyanya terbit)”. Maksudnya adalah, setiap orang berhak menafsirkan sebuah karya dengan berbeda-beda. Paling gampang kita melihat ini pada fenomena puisi. Tapi sesungguhnya ini berlaku untuk semua karya sastra, termasuk cerita, bahkan esai. Nah dalam pandangan saya, begitu juga dengan film.

Film ini dapat ditafsirkan dengan berbeda-beda oleh setiap orang. Menurut saya sendiri, film ini sebenarnya tidak mengajarkan pluralisme. Film ini (menurut saya) hakikinya berbicara tentang keberanian untuk mengambil keputusan. Pluralitas dalam film ini hanya dijadikan sebagai setting sosial, bukan inti dari film. Namun memang Hanung terlalu berani.

Namun bila melihat trailer filmnya yang terlalu menjurus, saya juga jadi sedikit curiga bahwa Hanung memang ingin menyebarkan faham pluralisme. (meski tetap menurut saya filmnya sendiri tidak mengajarkan pluralisme.) « Read the rest of this entry »

soal Ikhwah Nonton KCB

June 14, 2009 § 13 Comments


Ini hanya postingan tanggapan ku, di salah satu milis yang tentunya, sebenarnya berkaitan dan menjadi bagian tak terpisahakanĀ  dengan tulisan2 sebelumnya. Mudah2an tetap dapat diambil opininya dan ada manfaatnya. Have a nice Read !!

Rosul juga suka (minimal pernah, suka denger hadits2nya kan?) nonton bareng Aisyah.. -> artinya nonton ga haram. jangan sampai kita mengharamkan sesuatu yang halal (begitu juga sebaliknya).Karena jatuhnya (kalau ga salah) murtad

artinya menonton itu, minimalnya dibolehkan (ga mungkin jatuhnya makruh, karena dicontohkan). Hanya yang menjadi persoalan adalah ikhtilatnya, dan content filmnya.
masalah content, kita husnudzon lah ya, ma ikhwah2 kita yang dah capek2 bikin. tentang ikhtilatnya, ya, nontonnya rame2, biar minimalnya kanan-kiri kita aman.

Nah, kalau content dan ikhtilat sudah selesai, masalahnya apa lagi? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with film at aajaka.

%d bloggers like this: