Narasi

November 25, 2012 § Leave a comment


Mimpi saja tidak cukup, kita butuh narasi. Di dalam narasi itu, kita butuh kesabaran. Banyak tahap yang harus dilalui. Bukan hanya saat semuanya telah mendukung kita, tapi juga saat kita merasa butuh untuk melalui beberapa tahap perkembangan.

Seperti saat ini. Begitu banyak tawaran dan kesempatan datang padaku untuk segera mewujudkan mimpi-mimpi itu. Bahkan orang-orang berbondong-bondong mengejar-ngejarku untuk membantuku mewujudkan mimpi-mimpi itu. Tapi pada akhirnya saya tersadar bahwa yang lebih saya butuhkan adalah menjalani prosesnya. Saya masih merasa perlu banyak belajar terlebih dahulu.

Perubahan itu harus bertahap. Eh, kenapa koq saya jadi merasa cemen gini ya? Takut berubah dengan cepat?

*Lagi capek, nanti dilanjut lagi :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Narasi at aajaka.

meta

%d bloggers like this: