Koboi

November 25, 2012 § Leave a comment


Pada akhirnya saya tersadar bahwa tidak bisa terus-menerus menjadi koboi.

Saya pernah berpikir bahwa orang yang bekerja sesuai passion tidak butuh jam pulang kerja maupun hari libur. Tapi ternyata tidak bisa seperti itu. Ada saatnya kita akan berkeluarga, dan keluarga pun punya hak atas waktu dan jiwa kita. Bahkan jauh sebelum ke sana, kita juga punya tubuh yang juga punya hak atas waktu kita. Itulah mengapa hari ‘sabtu’ dan ‘minggu’ diciptakan. Kita butuh waktu untuk me-time, family-time, fun-time, istirahat, dll. Kalau sabtu-minggu masih digunakan untuk aktualisasi diri, hidup tidak akan seimbang. Maka bekerja sesuai passion itu sangatlah penting, agar aktualisasi diri dapat dilakukan sepanjang senin-jumat, dan kita tidak membutuhkan tambahan waktu sabtu dan minggu.

Kini saya baru sadar mengapa Jason Gavina mengapresiasi saya: ” Saya sangat respek dengan orang sepertimu, yang masih mau menghabiskan sabtu-minggu untuk ‘masyarakat'”. Padahal awalnya saya berpikir, itu biasa saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Koboi at aajaka.

meta

%d bloggers like this: