Tweet #hianat

April 14, 2011 § Leave a comment


Saya jadi teringat pada suatu dongeng yang pernah diceritakan ustadz saya di rumah, belasan tahun yang lalu #hianat

Di akhir sebuah perang, ada 2 muslim yang tertawan oleh musuh. Keduanya adalah orang yang sangat diperhitungkan #hianat

Yang satu ialah Tsabat salah satu pemimpin yang kuat di pasukan muslim. Ia pernah diamanahi untuk memgang panji #hianat

Yang satunya lagi Ba’ud prajurit kawakan yang dikenal handal berperang. Tak sedikit musuh yang berhasil ditaklukan olehnya #hianat

Kini keduanya berada dalam sebuah ruang yang mereka tak megenalinya. Kaki, tangan dan seluruh badannya terikat kuat #hianat

Sangat kuat hingga mereka tak mampu bergerak sama sekali. Belum lagi dijaga oleh para penjaga yang juga kuat-kuat #hianat

Tak hanya itu, mata mereka ditutup rapat dengan lembaran kain. Mulut mereka pun tak luput disumpel padat. #hianat

Kini ada suara langkah-langkah kaki terdengar seperti hendak menghampiri mereka. Entah berapa pasang kaki. #hianat

“Buka ikat mata dan sumpelan mulut mereka!!” Begitu teriaknya, agak memekakan telinga. Dan mata mereka pun terbuka. #hianat

Ternyata suara itu adalah Haqir, seorang panglima pasukan musuh. Didampingi oleh Khobits sang penasihat, juga beberapa pengawal. #hianat

“Ya Tsabat, lihatlah dirimu. Kau tak berdaya, tak ada artinya. Mungkin dulu kau jagoan, tapi kini aku dapat membunuhmu kapan saja”. #hianat

Begitulah suara Haqir yang terdengar lembut namun merendahkan. “Apa maumu?” Tanya Tsabat sambil berontak. #hianat

“Tenang jagoan, tak perlu kau marah-marah. Aku tak akan menyakitimu, bila kau mau penuhi tawaranku”, Ujar Haqir penuh sinis #hianat

“Tak perlu kau banyak bicara, Allah di sini bersama ku. Hidup ataupun mati”, balas Tsabat dengan keras. #hianat

“Tidak tidak, kau tak akan ku bunuh, kau tak akan ku sakiti sama sekali. Bahkan aku hendak memberikanmu beragam hadiah,”

“Kau akan kuberikan istana yang megah, baju nan mewah, emas berlimpah. Kau pun akan kuberi budak-budak pilihan,” #hianat

“baik lelaki yang kuat-kuat untuk membantumu, maupun perempuan yang cantik-cantik untuk melayanimu,” Ujar Haqir. #hianat

“Apakah kau tertarik, hai jagoan?”, tawar Haqir. “Lebih baik kau tutup saja mulutmu. Aku tak butuh semua itu”, balas Tsabat. #hianat

“Kau tak perlu langsung menjawabnya sekarang. Kau kuberi waktu sehari untuk memikirkannya.”, bujuk Haqir. #hianat

“Kau dapatkan semua itu bila kau bergabung bersamaku. Kau akan kuberi kedudukan yang tinggi.” Kini Haqir berbisik. #hianat

“Pengawal, urus mereka!!”, tutup Haqir dan berlalu seraya tertawa terbahak-bahak. “Siap!!”, jawab para pengawal dengan sigap. #hianat

Keesokan harinya Haqir, Khobits, dan para pengawalnya kembali datang. Ikat mata dan sumpel mulut Tsabat dan Ba’ud kembali dibuka. #hianat

“Bagaimana tawaran ku kemarin, wahai jagoan? Sungguh tak sabar kami menanti kabar baik dari mu”, tanya Haqir tanpa basa-basi. #hianat

“Lebih baik aku mati dari mati dari pada menghianati Allah dan Rasul-Nya!!”, jawab Tsabat dengan tegas #hianat

“Hey… tunggu dulu. Kau akan ku bunuh bila menolak. Jangan bodoh, kau akan memiliki segalanya”, rayu Haqir berusaha #hianat

“Sudah ku bilang, lebih baik aku mati dan tetap bersama Allah dan Rasul-Nya, apakah kau tuli?”, tegas Tsabat #hianat

“Apakah kau yak…” “cuih”, tawaran Haqir yang terpotong Tsabat meludah tepat di muka Haqir. “Sialan!!” amuk Haqir #hianat

“Pengawal!! Cepat bawa dia ke tiang gantungan!!” perintah Haqir pada pengawalnya. “Siap!!”, jawab pengawal bergegas #hianat

Para pengawal menyeret Tsabat yang terus berdzikir, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Tsabat tak terlihat gentar #hianat

Hingga Tsabat dipancung didepan mata mereka. Disaksikan oleh Ba’ud, Haqir, Khobits, dan semua pengawal #hianat

Kemudian perhatian kini tertuju pada Ba’ud. “Bagaimana dengan kau, anak muda??”, tanya Haqir yang masih panas #hianat

Ba’ud tersenyum tenang, “Ya tuan Haqir, jangan marah dulu. Aku bahkan menanti saat ini. Semua tawaranmu adalah yang kuimpikan” #hianat

“Apakah kau yakin?”, tanya Haqir memastikan. “Ya, bahkan akan ku beri tahu semua rahasia pasukanku”, jawab Khobits memastikan #hianat

Haqir tertawa lebar penuh kemenangan. “Baiklah kalau begitu hai anak muda, aku akan melepaskanmu” kata Haqir #hianat

“Tunggu dulu, tuanku”, Ucap Khobits pada Haqir. “Ada apa, ya Khobits? Apa yang hendak kau sampaikan?” tanya Haqir #hianat

“Tuanku, dia (Ba’ud) telah berani menghianati pasukannya. Bagaimana bila suatu saat keadaan kembali berbalik?”, ujar Khobits #hianat

“Apa maksudmu? Tolong jelaskan kepadaku. Aku tak faham maksud perkataanmu”, tanya Haqir makin penasaran. #hianat

“Ia berani hianati pasukannya. Suatu saat ia akan menghianati kita juga. Kita akan berada dalam bahaya”, jawab Khobits #hianat

“Betul juga. Lalu apa yang harus kita lakukan?” Haqir meminta saran. “Bunuh saja dia, karena dia tak berguna”, jawab Khobits. #hianat

“Baiklah, Pengawal!! Seret dia ke tiang gantungan!!” Haqir mengganti perintah. “Siap!!”, sahut perngawal langsung menyeret Ba’ud. #hianat

“Tunggu… tunggu…”, Ba’ud ketakutan. “Kalian telah berjanji untuk memberikanku segalanya”, Ba’ud terengah-engah #hianat

“Hahahaha… Maaf, Aku sudah lupa”, jawab Haqir sambil tertawa terbahak penuh kepuasan. #hianat

Dan Ba’ud pun tetap dipancung. Mati dalam keadaan sebagai penghianat. #hianat

wallahu’alam, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari dongeng tersebut. Semoga bermanfaat 🙂 #hianat

by @aajap on twitter

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tweet #hianat at aajaka.

meta

%d bloggers like this: