Kamu Belum Tidur?

April 5, 2011 § 2 Comments


Tadi saya berjalan menuju kamar Fauzan untuk mengambil gelas. Sepulang dari kamar Fauzan, saya melewati kamar Fajar yang masih terbuka. Lantas saya masuk saja ke kamarnya untuk sekedar say hai. Ternyata Fajar yang menyapa saya duluan. “Belum tidur mas?” tanyanya.

Dengan ekspresi datar saya jawab, “Udah, ini mah cuma lagi ngelindur aja”, diakhiri senyum yang memang tak bisa ku tahan. “Saya kalau lagi mimpi emang suka gini, tapi ini sebenernya lagi tidur”, tuturku dengan senyum yang makin melebar. Dan tak berbeda denganku, Fajar pun mulai tertawa tanpa suara.

Ku lanjutkan oceh ku, “kalau kamu udah tidur belum?”, tanyaku sambil memperkeruh ke-geje-an. “Oh, kalau saya udah setengah tidur, Mas”, katanya dengan tawa yang melebar. “Ini cuma badannya aja yang di depan komputer, tapi ruhnya udah di atas kasur”, lanjutnya semakin cekikikan.

Sambil tak henti menahan tawa, Fajar berusaha menyimpulkan. “Sebenernya pertanyaannya gak perlu ya, Mas?” katanya sambil melebarkan kedua garis bibirnya hingga giginya tampak jelas. “Nggak koq, saya mah emang udah tidur”, tutupku yang juga tak bisa menahan tawa sambil berlalu menuju sebuah kamar.

Oh ya, apakah para pembaca juga belum tidur? Jangan-jangan jawabannya sudah? 😀

Silahkan tangkap hikmahnya sendiri-sendiri. Salam 😀

Bandung, 5 April 2011 pukul 23.43

Advertisements

Tagged: ,

§ 2 Responses to Kamu Belum Tidur?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kamu Belum Tidur? at aajaka.

meta

%d bloggers like this: