BOM UNTUK MELEDAKAN ULIL

March 17, 2011 § Leave a comment


Pertama-tama saya ingin menyampaikan belasungkawa atas hancurnya tangan Kompol Doni Rahmawan juga pihak-pihak lain yang menjadi korban ledakan bom di Utan Kayu. Saya juga mengutuk tindak kriminal murahan pemboman tersebut. Pemboman tersebut adalah tindakan pengecut yang sulit atau bahkan tak bisa dibenarkan bila dilihat dari kacamata manapun. Makadengan tulisan ini saya juga mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk segera mengusut kejadian ini dan diadili sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Ada hal menarik yang membuat jemari saya tergerak untuk menulis. Hal itu adalah penyataan Ulil yag terkesan begitu ngotot untuk mengarahkan perhatian publik bahwa kejadian tersebut bermotif politik. Ulil juga tak ragu menyinggung soal isu koalisi dan resshufle kabinet yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. “setelah saya masuk partai demokrat dan bicara lantang mengenai reshuffel, terus ada ancaman peledakan”, katanya. Oleh karena itu, mari kita kaji ada apa di balik statement tersebut?

SIAPA ULIL?

Ulil hanyalah anak kemarin sore di dunia perpolitikan Indonesia. Ia baru bergabung dengan Partai Demokrat pada 10 Juli 2010. Sepak terjangnya sebagai politisi pun belum begitu terlihat. Bahkan komentar-komentarnya pun lebih dominan yang berkaitan dengan pemikiran islam liberalnya. Beberapa contoh diantaranya adalah pembelaannya terhadap kegiatan komunis dan ahmadiyah yang walaupun tidak legal.

Manufernya sebagai politisi pun belum ada yang begitu cemerlang. Saat ia menggosok SBY agar memecah koalisi misalnya, terbukti gagal total. Setelah gagal lolosnya hak angket mafia perpajakan di DPR, Ulil termasuk yang terpanas dalam mendorong perpecahan dalam tubuh koalisi. “Dalam satu-dua minggu ini. Waktu sudah mendesak untuk reshuffle, time for reshuffle adalah saat ini. Kami memberikan dukungan politik dan moral kepada Presiden Yudhoyono agar segera melakukan reshuffle,” adalah salah satu pernyataan Ulil soal koalisi yang terlanjur didokumentasikan oleh banyak media dan dipukul balik secara jelas oleh SBY seperti ini, “Seolah-olah saya dipaksa, diharuskan didikte untuk segera melaksanaka reshuffle dan kemudian apa yang saya dengarkan, ada yang mengatakan kenapa lamban,”. Kenyataan bahwa akhirnya reshuffle tidak terjadi (setidaknya dalam waktu dua pekan tersebut), dan koalisi tidak jadi bubar adalah bukti rubuhnya manufer politik Ulil tersebut.

Hal-hal diatas jelas memperlihatkan bahwa saat ini Ulil bukanlah siapa-siapa dalam blantika politik di Indonesia. Belum ada yang patut khawatir terhadap kiprah Ulil sebagai politisi sampai saat ini. Maka rasanya tak ada pihak yang perlu untuk menggeretak Ulil dengan ancaman, apalagi sekacangan model bom Utan Kayu tersebut.

FAKTA MENARIK

Pertama, bom ini diindikasikan dibuat secara profesional. Seperti kata pengamat terorisme, Mardigu WP, bom ini dibuat oleh oleh orang yang sudah terlatih dan profesional dalam membuat bom. Hal ini dapat dilihat dari bom tersebut yang tidak mengunakan positif-negatif, jegrek, sumbu, tapi pakai time box, pakai pegas.  “keterampilan membuat bom kecil seperti itu tidak mudah, mesti tidak mudah goyang. Menaruhnya juga terlihat lebih profesional. Kelihatan well-design,” katanya.

Kedua, bom ini low explosive. Bom yang cenderung tidak mematikan ini mengindikasikan bahwa bom ini tidak ditujukan untuk membunuh. Ketiga, paket ini dicoba untuk dibuka oleh staff JIL yang curiga. Membuka paket yang bukan untuknya bukanlah hal yang lazim. Keempat, ada polisi yang kebetulan datang untuk keperluan lain dan kemudian mengurusi bom yang bukan merupakan keahliannya. Kelima, bom ini dipaksakan untuk dijinakan oleh orang yang bukan ahlinya meski sudah ditelepon oleh kapolres agar tidak dibuka dan tidak diapa-apakan sampai tim Gegana datang. Keenam, Seperti yang kita lihat di video yang beredar, bom tersebut dijinakan bukan di tempat yang sepi dan aman. Bahkan beberapa orang terlihat berani begitu dekat, seperti tahu bahwa kalaupun bom itu meledak tidak akan membahayakan mereka. Kesemua ini akhirnya terlihat seperti sebuah cerita bahwa bom tersebut memang harus diledakan di depan kamera. Kita tidak tahu.

YANG MELEDAK

Yang pasti, serangkaian kejadian tersebut kini meledakan nama Ulil yang sebelumnya tidak terlalu booming di blantika politik Indonesia, sebagai seorang politisi. Berbagai media memberitakan terus-menerus. Hal ini wajar karena memang layak dan menarik untuk diberitakan. Ulil yang terus menerus dikejar wartawan pun terus mempromosikan posisinya sebagai politisi dan mengarahkan opini bahwa kejadian ini adalah sebuah teror politis, dampak dari sikapnya sebagai politisi. Sekali lagi, meski sebenarnya kiprahnya seperti yang sudah kita bahas di atas.

Kalaupun ini memang merupakan kejadian politis, saya berharap bahwa semua ini bukanlah sebuah drama politik korban. Apalagi di Indonesia politik pencitraan sebagai korban sangatlah laku dan diminati, karena terbukti simpatik begitu mudah diraih dengan mencitrakan diri sebagai korban, apalagi korban politik. Jadi tak heran bila banyak politisi yang ingin mencitrakan dirinya sebagai korban untuk menuai simpati publik dengan cara apapun. Ya, kita berharap semoga para politisi masih dianugerahi nurani, walau sedikit saja.

16 Maret 2011

Jaka Arya Pradana, Mahasiswa IT Telkom. Dapat dihubungi melalui twitter : @aajap

Advertisements

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading BOM UNTUK MELEDAKAN ULIL at aajaka.

meta

%d bloggers like this: