Makan Siang Dengan Menu Filsafat

March 11, 2011 § Leave a comment


Tadi diskusi kita tak lama, dan tak begitu mendalam juga, hanya ceritakan pengalam ber #filsafatmasing-masing kita saja. Mungkin secuil.

Ia cerita kini ia ikuti forum diskusi #filsafat rutin di suatu komunitas di Bandung. Orangnya aneh-aneh. Cuma dia doang yang shalat.

Saya cerita, saya juga sering bergelut dengan pemikiran #filsafat. Tapi bila saya mulai khawatir menyesatkan, saya hentikan.

Beberapa contoh yang sempat terlontar tadi adalah bahasan tentang takdir, jodoh, cinta. Dan masih banyak lagi, sebenarnya. #filsafat

Kita sempat singgung, kenapa orang-orang #filsafat banyak yang akhirnya menjurus pada atheis dan semacamnya?

Menurut saya, salah satunya karena pada saat larut berfikir, mereka memakai bahasa yang tidak pada konteksnya. Bercampur dan kacau #filsafat

Misalnya ketika berbicara tentang cinta, mereka menggabung-gabungkan teori cinta ala yunani dan Islam. #filsafat

Akhirnya konsep cinta Islamnya tidak utuh, konsep cinta yunaninya pun tidak utuh. Tidak faham keduanya, dan kacau #filsafat

mestinya, utuhkan dulu konsep cinta ala Yunani, misal. Lalu utuhkan konsep cinta ala Islam. Jadi keduanya jelas,utuh,tak bercampur #filsafat

Setelah itu, barulah membandingkan. Jadi yang dibandingkan itu dua hal yang utuh. Bukan campur-campur dengan tak jelas jadi kacau #filsafat

Kesalahan kedua adalah bahasa. Mereka tak kuasai bahasa asal dari si pembuat teori. Memakai terjemahan itu tidak akan pernah pas. #filsafat

Misalnya saya, waktu itu sempat menggalau tentang cinta. Akhirnya saya sadari bahwa cinta itu tak jelas definisinya #filsafat

Dan tak penting memikirkan cinta itu apa, karena Islam tak pernah perintahkan mencinta. Islam punya bahasa yang lebih definitif #filsafat

Yaitu rahmah, atau hubb, misalnya. Jadi agak sulit membahas cinta dalam perspektif Islam. Kalau mau bahas rahmah atau hubb #filsafat

Nah dikala resource kita untuk membahas itu kurang, sebaiknnya lengkapi dulu. Termasuk belajar bahasa. Kalau tidak, menyesatkan.#filsafat

Selain tentang perspektif teori dan bahasa, ada 1 lagi, yaitu amal. Pastikan ketika berfikir mendalam, hal itu akan lahirkan amal #filsafat

Misalnya ketika saya berfikir tentang jodoh. Saya punya banyak kendala di sana, yang pertama adalah bahasa. #filsafat

Yang kedua adalah, saya berfikir, penting atau tidak sih, faham konsep jodoh itu? Lalu saya ingat, jodoh itu sudah tertulis. #filsafat

Kita tak bisa merubah jodoh kita, lagi pula kita tak pernah diperintahkan untuk berjodoh, bukan? Jadi saya urungkan niat#filsafat

Adapun yang diperintahkan adalah menikah, silaturrahim, dan seterusnya. Jadi saya pending dulu berfikir tentang jodoh. #filsafat

Jadi saya tak mau spekulasi, menduga apa itu jodoh, sebelum pelajari dari qur’an dan hadits dengan kemampuan bahasa mumpuni #filsafat

Karena berpikir asal tanpa sumber mendasar yg lengkap dan kemampuan bahasa mumpuni juga metode analisa yang tepat bisa menyesatkan #filsafat

Dengan definisi yang tak jelas, tak sedikit pemikir jodoh yang akhirnya berfikir bahwa Tuhan itu tak adil, dan sebagainya. #filsafat

Hanya karena mereka mempertanyakan mengapa ada yang kawin cerai, beristri banyak, dst. Padahal mereka belum tepat saja konsepnya #filsafat

Mereka tafsirkan sendiri kata “jodoh”, lalu hubungkan dengan “jodoh di tangan Tuhan”. Padahal kata “jodoh”nya belum tentu semaksud #filsafat

Dalam kondisi yang tidak match itu, mereka berani salahkan Tuhan. Padahal mereka yang salah menafsirkan, Tuhan yang disalahkan.#filsafat

Bukan berarti saya bilang mempelajadi konsep jodoh itu tak boleh. Boleh saja, asal: 1 dasarnya kuat, lengkap. #filsafat

2. Tidak mencampurkan teori. Utuhkan dulu satu teori. 3. Kemampuan bahasa harus mumpuni. 3 itu harus terpenuhi #filsafat

InsyaALLAH bila ketiganya terpenuhi, akan lahirkan amal yang benar. Kalaupun bukan amal, setidaknya sikap yang benar : optimis,dst#filsafat

Bila kapasitas anda belum cukup, cukupi dulu. Dan pelajari hal yang jelas diperintahkan seperti menikah, bersilaturrahi,, dst #filsafat

Mungkin itu sedikit oleh-oleh dari lunch bareng orang yang mulai ikut komunitas #filsafat. Semoga mencerahkan agar tak #salaharah. Salam 🙂

Oh ya, tweet tentang #filsafat tadi hanya pendapat saya yang bisa jadi juga salah 😀 ^^v wallahu’alam 🙂

Oh ya, sebenarnya saya sangat suka #filsafat lho. Cuma saya pilih yang berdasar kuat, lengkap, utuh. Serta metode analisa yang tepat 🙂

 

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Makan Siang Dengan Menu Filsafat at aajaka.

meta

%d bloggers like this: