Merubah Kontrak atau Amanah Rakyat?

March 5, 2011 § Leave a comment


Memilih agar dipilih untuk...? | diambil dari detik.comMemilih agar dipilih untuk…? | diambil dari detik.com

“Jadi pantas rasanya bila kita pertanyakan kembali dasar #Koalisiyang ada. Juga kampanye-kampanyenya. Apakah pemilih telah dibohongi?”

(@aajap on twitter )

Udah lama kepikiran nulis tentang ini : http://j.mp/hnSC0W Sekarang bener2 diwacanakan. Bener2 koalisi “jangan dong pegang janji” *geleng2*

Merubah kontrak #koalisi jelas merupakan sebuah tindakan kemunafikan. Saya sarankan #PKS lebih baik keluar dari pada jadi#bebek

Dulu #SBY mendatangi #UstHilmi, meminta dukungan #PKS agar dimenangkan dalam pilpres 2009.

Namun #PKS punya rule. Cuma mau dukung asal sesuai khitoh. Maka ditawarkanlah Piagam #Koalisi. PKS tak mau terjebak politik dagang sapi.

Selain itu juga #PKS punya jati diri. Maka PKS memastikan masuknya ia dalam #koalisi tak bertentangan dengan prinsip perjuangannya.

Maka disepakatilah aturan main #koalisi seperti ini :http://j.mp/dMXxIf #PKSmenyodori, #PD menyepakati. Keduanya menandatangani.

Piagam #koalisi tersebut jelas menjamin untuk tidak memasung hak#PKS untuk memenangkan kepentingan bangsa. Tetap bisa bersikap kritis.

Dengan piagam #koalisi itu pula #PKS mendapat jaminan, masuk dalam koalisi tak berarti hanya menjadi #bebek.

Ada jaminan #PKS diberi andil dalam pengambilan keputusan. Ada 3 forum #koalisi disana. 1. Partai & Presiden 2. Fraksi 3. Kabinet.

Namun dalam perjalanan sepertinya #PD hanya menjebak. Menandatangani hanya untuk dapat dukungan #koalisi ketiga forum itu cerita lalu.

 

PELANGGARAN-PELANGGARAN

Pelanggaran pertama adalah dengan didukungnya #TK untuk jadi ketua #MPRtanpa melalui forum F1 maupun F2 #Koalisi

Malah ada pernyataan jujur yang menggelitik dari #PD : “Politik itu ada seninya, jangan dong pegang janji” : http://j.mp/fRf7lb #koalisi

Memang #SBY dan #PD punya nafsu besar untuk berkuasa tanpa gangguan. Mereka ingin jinakan semua partai dengan dagang sapinya #koalisi

Maka yang terfikir bagi mereka adalah, menyumpel suara seluruh partai dengan #kursi #Koalisi.

Setelah mendekati #PDIP melalui #TK, mereka pun mendekati#Golkar untuk masuk dalam kabinet #koalisi. Seluruh partai harus diam

Sikap ini lagi-lagi tidak melalui F1 seperti yang disepakati dalam piagam #koalisi. Koalisi memang hanya cerita dalam #mentalmereka.

Setelah itu masuk lah kita dalam episode panjang angket #Century. yang kemudian melahirkan ancaman #reshuffle kabinet #koalisi.

Pada #century ada kesepakatan di F1 walaupun hanya #PKS dan#SBY. Yang akhirnya ada instruksi SBY ke #PD untuk dukung angket #Koalisi

Ya, memang #PKS dan #SBY pun sebenarnya tidak cukup merepresentasikan F1. Harusnya semuanya. Minimal ada upaya jalankan piagam #Koalisi

Namun #mentalitas #PD lagi-lagi tercermin dalam #century. Ada ketakutan berlebihan lalu sumbar ancaman #reshuffle#Koalisi

Mungkin #PD kira #koalisi artinya harus membebek pada mereka. Mentalitas anti-kritik lahirkan koalisi salah kaprah di benak mereka.

 

SETGAB DAN ANGKET PAJAK

Pasca #century ini dibuatlah #setgab. Yang diketuai #Ical. Entah, kesepakatan ini lahir dari mana lagi? #koalisi

Sebenarnya filosofi #setgab ini baik, boleh dibilang mirip dengan forum yang disinggung dalam piagam. Walau entah, F yang mana?#Koalisi

Dan salahnya lagi, #setgab ini tidak diisi oleh ring 1 setiap partai. Akhirnya banyak diskusi yang melempem. #Koalisi

Belum lagi rumor yang beredar (belum layak dipercaya, namanya rumor) #setgablebih mirip dengan ruang stempel #Koalisi

Partai-partai tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Hanya diminta untuk ikut setuju saja. #Koalisi ala #Setgab salah kaprah.

Jadi wajar bila #PKS #PAN #PPP dan #PKB kecewa dengan keberadaan #setgab ini. Meminta representasi namun tidak mengakomodir #koalisi

Selanjutnya #Setgab sempat bicarakan #angket #pajak 2 kali rapat. Namun diskusi terlalu lamban, karena bukan ring 1 #koalisi yang isi.

Angket ini sebenarnya diinisiatori #Sutjipto #PD. Namun akhirnya#PD berbalik menolak. Selanjutnya kita lihat yang terjadi sekarang#Koalisi

Pasca merasa menangnya #PD atas #angket ini diwacanakan kembalilah #reshuffle dan evaluasi #koalisi.

#PD merasa #PKS dan #Golkar tak bisa dibungkam, walau sudah ‘disumpel’ #kursi. Akhirnya mereka tuntut untuk keluarkan mereka dari #Koalisi

#PD juga akhirnya ingin mencoba peruntungan dengan menggoda kembali #PDIPuntuk gabung di #koalisi. Berharap kalau gabung bisa diam.

Karena selama ini #PDIP sangat galak selama menjadi #oposisi. Kalau dimasukan dalam #Koalisi kan kita belum tau?

Selain itu #PD juga mengajak #Gerindra bergabung dalam #koalisi, dengan harapan yang sama. Apalagi melihat gelagat di angket pajak positif.

#Adzan. Kita lanjut #koalisi setelah shalat ashar. Semoga apa aja yang mau saya tweet, nanti masih inget :D *enggak lupa*

Lanjut lagi #koalisi nya. Mudah-mudahan lupanya ga banyak pasca diselang shalat, dsb tadi ;)

 

LOGIKA KOALISI

Padahal kalau kita mau pikir ulang, logika #SBY dan #Hatta untuk meminta #PDIP dan #Gerindra masuk #koalisi tak masuk akal.

Sebenarnya juga sama tak masuk akalnya dengan masuknya#Golkar ke dalam #koalisi

#SBY dicalonkan sebagai presiden dengan kontrak agenda perjuangan bangsa yang disepakati dalam dalam piagam #koalisidan kebetulan menang.

yang terlibat : #PD#PKS#PAN#PPP, dan #PKB. Mereka bersepakat dengan agenda perjuangan bersama dan mekanismenya tersebut. #Koalisi

Di sisi lain #PDIP dan #Gerindra mengusung #Mega #Prabowo. Dengan kesepakatan tersendiri diantara kedua belah pihak tersebut.#koalisi

1 sisi lagi ada #Golkar dan #Hanura yang mengusung #JK #Wirantodengan kesepakatan tersendiri lagi, diantara kedua pihak tersebut.#Koalisi

Jadi sebenarnya ada 3 sisi bila kita berbicara dalam konteks#koalisi. Ini tidak boleh dilupakan. Ini akar sejarah dari koalisi hari ini.

Kita juga harus ingat, bahkan #Mega-Pro dan #JK-Win sepakat untuk berkoalisi, bila pemilu jadi 2 putaran untuk melawan #SBY.#Koalisi

Jadi secara lebih makro dapat dibilang ada 2 sisi. 1. #Koalisi#SBY(#PD#PKS#PAN#PPP#PKB) 2. #Golkar#Hanura#PDIP, dan#Gerindra

Kedua pihak itu bersebrangan sangat jauh. Bahkan agenda-agenda yang mereka usung pun bisa dilihat dalam kampanye-kampanyenya.#Koalisi

Jadi bila kita berbicara soal konsistensi agenda perjuangan untuk rakyat yang dijanjikan saat kampanye. Fenomena #koalisi hari ini tak logis

Tak mungkin #Koalisi #SBY bersatu dengan #Golkar, apalagi dengan #PDIPdan #Gerindra bila ingat deklarasi #BantarGebang. jauh bersebrangan.

Kita tak boleh lupa dengan akar sejarah dari semua ini, untuk memandang #koalisi yag terjadi hari ini. Kampanye, agenda, dan semuanya.

Jadi pantas rasanya bila kita pertanyakan kembali dasar #Koalisiyang ada. Juga kampanye-kampanyenya. Apakah pemilih telah dibohongi?

Karena bila kita telusuri, yang menang pada pilpres 2009 bukanlah#SBY, tapi sepaket #koalisi. Ada agenda, mesin partai, dan semuanya.

 

KOMITMEN 2009

Saya sudah mendunga. #SBY pasti akan tawarkan rombak piagam#koalisi. Benar saja, kemudian diungapkan oleh #Hatta.

Karena bila kita mengacu pada piagam #koalisi dan kemudian dijalankan ideal, yang diuntungkan bukanlah golongan tapi rakyat.

Soal isi piagam juga sempat saya bedah sedikit di sini :http://j.mp/gUOGv9dan rasanya piagam #koalisi ini patut dibedah secara ilmiyah.

Oleh karena itu, merubah isi piagam #koalisi, sejatinya sama dengan membohongi seluruh warga negara Indonesia pada pilpres 2009.

Maka, saya sarankan pada semua partai #koalisi untuk tidak merubah piagam dan tetap berada pada agenda untuk bangsa dan negara.

Lebih baik dikeluarkan dari #koalisi karena tidak sepakat dengan perubahan piagam, dari pada menghianati amanah kemenangan pada pilpres 2009

Dan saya sarankan juga pada partai apapun, agar tidak keluar bila memang tidak dikeluarkan dari #koalisi.

Karena mengundurkan diri artinya mengakui kesalahan. Ini sangat merendahkan harga diri. Bila tidak salah, jangan pernah akui.#Koalisi

Biarlah #PD yang mengusir kalian dan memperjelas, mentalitas dari masing-masing pihak. Mana yang kesatria, mana yang pengecut.#koalisi

Simpul saran: Tetaplah pertahankan agenda dan mekanisme dalam piagam #koalisi. Bila #PD atay #SBY tak mau biarlah dikeluarkan dan terhormat.

Sekian. Semoga tweet #koalisi tadi bermanfaat. Wallahu’alam. Subhanakallahumma wabihamdika wastaghfiruka. Wassalamu’alaykum :)

Tak perlu cenat cenut soal #koalisi. buka saja ini :http://youtu.be/EmEe0UJn5Dg dan senyum lagi :)

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Merubah Kontrak atau Amanah Rakyat? at aajaka.

meta

%d bloggers like this: