Helvy Tiana Rosa dan Tweet Jilbab

February 23, 2011 § Leave a comment


Kemarin malam pada tanggal 21 Februari 2011 saat ber-tweeter-ria saya menemukan linimasa yang menarik dari akun twitter @helvy milik Mbak Helvy Tiana Rosa yang juga pendiri Forum Lingkar Pena. Linimasa tersebut ber-hastag #jilbab. Di sana @helvy menceritakan sekumpul pengalaman dan pendapatnya perihal berjilbab.

Sebagai awalan, @helvy menceritakan delapan alasan yang membuatnya mengenakan penutup aurat yang biasa dipakai muslimah tersebut. Alasan pertama yang Ia sebutkan adalah karena berjilbab adalah perintah Allah dalam surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31. Alasan keduanya adalah karena jilbab merupakan identitas utama untuk dikenali sebagai seorang muslimah. Ia juga memaparkan bahwa Astri Ivo yang merupakan sepupu beliau justru mulai menggunakan jilbab saat kuliah di jerman. Kalau saya boleh menerka, maksudnya adalah agar orang-orang Jerman yang mayoritas nonmuslim mudah mengenalinya sebagai seorang muslimah.

Alasan ketiga yang ia utarakan adalah agar merasa lebih aman dari gangguan. Dengan berjilbab, orang paling hanya berani menyapa “Assalamu’alaykum”, atau bahkan memanggil dengan sebutan “Bu Haji” yang juga merupakan do’a. Jadi selain merasa aman, bonusnya adalah mendapatkan do’a. Hal ini akan berbeda bila ia mengenakan pakaian yang ‘you can see everything’, terangnya. Alasan keempatnya adalah dengan jilbab ia akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. Tidak seperti perempuan yang memakai rok mini akan resah menutupi bagian-bagian tertentu dalam tubuhnya. “Jilbab membuat saya lebih merdeka”, tegasnya.

Alasan kelima yang ia utarakan adalah agar oang tidak menilainya dari fisik, melainkan dari kebaikan hati dan kecerdasan. Lalu alasan keenamnya adalah bahwa dengan berjilbab kontrol menjadi di tangan wanita. Wanita lah yang berhak menentukan pria mana yang berhak dan tidak berhak melihatnya. Dilanjutkan dengan alasan ketujuh yang menjadi pertimbangannya adalah dengan berjilbab pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi terhadap calon suaminya.

Lalu alasan yang terakhir ia kemukakan adalah bahwa berjilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. “Berprofesi, berkiprah, bercahayalah”, katanya menyemangati. Alasan ini bisa dibilang sebagai penguat dan penegas dari ketujuh alasan sebelumnya. Bahwasanya dengan berjilbab muslimah menjadi merdeka, dihormati, dan dapat berkembang. Pembaca pun dapat melihat bahwa jilbab ternyata merupakan anugerah yang indah untuk wanita dengan segala hikmah yang terkandung di dalamnya.

Sebagai penutup, @helvy menyampaikan bahwa berjilbab memang bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namu berjilbab merupakan sebuah realisasi amaliyah dari keimanan seorang muslimah. Dan ia pun menghimbau agar tak perlu ada saling cibir perihal jilbab ini, diantara yang berjilbab besar dengan yang berjilbab kecil, maupun diantara yang sudah dan belum berjilbab. Lakukanlah semampunya, tuturnya. Tak perlu ada pernyataan-pernyataan negatif seperti “Kalau aku hati dulu yang dijilbabin”. Kalau boleh penulis ikut berkomentar, hati kan urusan Allah, tugas kita bukankah hanya beramal? 🙂

Kembali pada tweet @helvy, ia mengatakan bahwa sebagai bagian dari ummat yang besar ini, masalah jilbab bukanlah masalah yang patut untuk dibesar-besarkan. Pakailah dengan kesadaran dan jangan mengejek muslimah yang belum memakainya, malah kita harus merangkulnya.

Demikianlah tweet demi tweet yang disampaikan oleh Mbak Helvy Tiana Rosa dengan penuh kesejukan. Tak ada justifikasi, dan menghimbau untuk saling menghormati.

Keterangan : Tulisan ini disalin dari Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Helvy Tiana Rosa dan Tweet Jilbab at aajaka.

meta

%d bloggers like this: