(Mengigau) Sebelum Aksi Puitik

June 10, 2010 § 1 Comment


GERAKAN SEBAIT CINTA UNTUK PALESTINA

(FLP BANDUNG, FS LDK BANDUNG RAYA, BEM BANDUNG RAYA, KAMMI DAERAH BANDUNG)

Kondisi rakyat Palestina yang terpenjara dalam blokade Gaza, bukanlah berita baru bagi kita. Penyerangan tentara Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan, Marvi Marmara, juga merupakan informasi yang tersaji dalam sepekan ke belakang. Aksi kemanusiaan, solidaritas, dan keprihatinan pun sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak dan sudah menjadi headline di berbagai surat kabar. Tuntutan terhadap pemerintah, pencitraan, maupun pencerdasan masyarakat telah dilakukan dengan baik oleh sejumlah elemen masyarakat. Kebutuhan fisik, maupun fikir, sudah banyak terperhatikan dan harus tetap selalu diasup.

Namun gerak belum purna. Yang ada, belum sepenuhnya merasa. Belum sepenuhnya tergerak. Belum sepenuhnya berpeluh. Belum sepenuhnya berdaya. Belum sepenuhnya, sepenuhnya.

Merah Putih Masih di Sana

Garuda belum jua terbang

Menunggu tanah-air-mata?

Agar merah berpesta sejarah?

Lalu putih dalam sejati,

Mengabadi…

Mungkin, sukma belum seutuhnya hadir. Kerinduan, kedalaman dan ketinggian, masih dahaga. Isyarat yang syarat, masih sangat bersyarat. Nafas kehidupan yang melengkapi kesempurnaan dan kepurnaan masih setengah sesak.

Kita membutuhkan nafas yang mampu dirasakan. Kita membutuhkan getaran yang mampu dialirkan. Kita membutuhkan bahasa yang mampu mengungkapkan hal hal yang tak pernah diungkapkan. Kita membutuhkan nuansa yang terhadirkan di ruang ruang setiap manusia. Untuk memanusiakan manusia. Untuk mempurnakan keadaan dan keberadaan.

Untukmu yang ada, semoga merasa :

Selayak Thaha bagi Ummar, selayak adzan bagi Bilal, selayak filsafat bagi Plato, selayak syair bagi Syafi’i,  selayak mantra bagi Fir’aun, selayak do’a bagi Yunus dan Ibrahim, selayak salam dan shalawat bagi Rasulullah.

Selayak ayat, selayak adzan, selayak filsafat, selayak syair, selayak mantra, selayak do’a, selayak salam, selayak shalawat.

Selayak puisi, gerakan ini ingin mengusikmu. Tanpa paksaan, tanpa kekerasan. Di ruang terbuka, juga dalam sunyi. Berbahasa dalam isyarat, dalam getar, dan dalam nafas nafas yang dekat.

Rasakanlah, rasakanlah, rasakanlah!

Kau akan mengerti, tanpa kami harus mengatakan. Kau akan sadar, tanpa kami harus menyentuh. Kau akan faham, tanpa kami harus memaksa. Karena relungmu, adalah muaraku.

Dengan keluhuran intelektual yang dalam dan tinggi. Sungguh, kesungguhan akan hadir dalam hari harimu, bersamaku. Asalkan kau manusia atau menuju manusia.

Kepada Gaza, Kepada Marmara :

Negerimu, negeriku, sama saja

Kau telah hadir, semoga kamipun demikian

Berharap yang ada, akan merasa

Lalu bersama yang ada, bersama yang merasa

Bandung, 6 Juni 2010

Gerakan Sebait Cinta Untuk Palestina

FLP Bandung, FS LDK Bandung Raya, BEM Bandung Raya, KAMMI Daerah Bandung

Advertisements

Tagged: , ,

§ One Response to (Mengigau) Sebelum Aksi Puitik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading (Mengigau) Sebelum Aksi Puitik at aajaka.

meta

%d bloggers like this: