Isi yang Kosong

November 28, 2009 § Leave a comment


Hanya sahut sahutan dalam pemikiran.
Bukan apa apa, apalagi kalau kau mencari apa apa.
Sungguh, kau tak akan menemukan apa apa.
Melainkan sebuah gumam.



00.00

Manusia adalah manusia, ia bukan malaikat, bukan pula syaithan. Dalam dirinya selalu ada dua sisi yang memanusiakan kemanusiaannya. Kedua sisi yang tak pernah bisa dipaksakan. Mungkin saja bisa, namun bukan mustahil ada ketidak seimbangan. Merusak kemanusiaannya, mencampakan nuraninya, bahkan melanggar fitrah. Begitulah manusia, ia harus diperlakukan seperti manusia, dan dirawat kemanusiaanya, agar tetap menjadi menusia yang manusia.

Kemudian dalam beberapa kelebat episode kehidupannya, manusia menjadi jadi. Sebagian isi, tanpa kosong. Oh, bagai malaikat dan pahlawan super. Betapa aku mengaguminya. Begitu banyak kosa kata yang hilang dari benaknya. Karena ia hanya mau keberadaan saja. Dan hianglah seluruh negatif dalam kamus, bahkan kalkulatornya. Indahnya.

Aku pun kemudian menjadi jadikan, dan mebuat buatkan diriku, manusia berisi, saja! Sungguh, sampai saat ini tidak ada masalah denganku. Aku masih bisa menjadi jadi, mengada ada, dan membuat buatkan diriku. Menjadi berisi, walau hanya setengah, sepertiga, atau bahkan seperempat saja. Yang panting hanya berisi, saja! Yang kosongpun terus kucoba untuk kukosongkan, sehingga yang ada, benar benar ada, dan diada ada kan. Menjadi menusia setengah, atau mungkin setengah manusia. Yang penting ada, yang penting isi, karena yang kosong sudah benar benar kosong.

Friksi friksi tak ada masalah, dan tak patut dipermasalahkan. Keadaan yang sungguh bisa diterima, masih bisa, dan mungkin akan terus bisa. Hanya saja, kemudian ada perenungan, apakah hal ini dibenarkan ? Atau jangan jangan hanya dibenar benarkan ? Apakah dengan ini tetap memanusiakan manusia ? Apakah dengan ini, benar benar menjadi sesuatu yang isi, atau kekosongan ? Ataukah, ini adalah isi yang kosong ?

Masih dalam perenungan,
Dia saja berbicara pada keduanya.

haq dan bathil.
ma’ruf dan munkar.
mu’min dan munafiqin.
jannah dan nar.

Musa dan Fir’aun.
Muhammad dan Abu Jahal.

Ia menyuguhkan berita gembira, juga peringatan.
Sungguh, tak pernah meniadakan ketiadaan.
Tak pernah mengosongkan kekosongan.
Lantas, mengapa harus memenangkan catatan catatan manusia setengah manusia diatas catatan Sang Maha ?

Maha Benar ALLAH Atas Segala Firmannya.
Wallahu’alam bishowab.
Bismillahi awalu wal akhiru.

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Isi yang Kosong at aajaka.

meta

%d bloggers like this: