soal Ikhwah Nonton KCB

June 14, 2009 § 13 Comments


Ini hanya postingan tanggapan ku, di salah satu milis yang tentunya, sebenarnya berkaitan dan menjadi bagian tak terpisahakan  dengan tulisan2 sebelumnya. Mudah2an tetap dapat diambil opininya dan ada manfaatnya. Have a nice Read !!

Rosul juga suka (minimal pernah, suka denger hadits2nya kan?) nonton bareng Aisyah.. -> artinya nonton ga haram. jangan sampai kita mengharamkan sesuatu yang halal (begitu juga sebaliknya).Karena jatuhnya (kalau ga salah) murtad

artinya menonton itu, minimalnya dibolehkan (ga mungkin jatuhnya makruh, karena dicontohkan). Hanya yang menjadi persoalan adalah ikhtilatnya, dan content filmnya.
masalah content, kita husnudzon lah ya, ma ikhwah2 kita yang dah capek2 bikin. tentang ikhtilatnya, ya, nontonnya rame2, biar minimalnya kanan-kiri kita aman.

Nah, kalau content dan ikhtilat sudah selesai, masalahnya apa lagi?

Kita juga perlu ingat, dalam rapat organisasi umum, foto kelas, jalan2 & upgrading organisasi, disana banyak ditemukan interaksi antar ikhwan-akhwat, selama dalam batasan2 tertentu, tentunya tidak menjadi masalah. Lebih lagi, diangkot, di pasar, bahkan dalam kampanye2 mungkin.

Kita ingat, perkataan Ust Anis Matta juga dalam salah satu taujihnya, ketika ditanya tentang “apakah bila PKS menang, bioskop2 akan ditutup ?”. Jawaban beliau pada waktu itu, kurang lebih, “Tidak, bahkan kita akan bangun sebesar2nya dan sebanyak2nya, hanya saja, filmnya di sortir, dan diatur agar tidak bercampur baur antara pria dan wanita non muhrim”

Saya sempat berbincang dengan salah satu ikhwah kita juga, yang juga menyarankan untuk tidak datang ke bioskop, cukup dengan membeli VCD/DVD nya saja. karena toh, dengan membeli VCD/DVD nya kita sudah turut berkontribusi dalam industri film islami yang ingin dipeloposi oleh ikhwah2 kita.

Namun tentunya, kita juga menginginkan adanya perubahan dalam penyelenggaraan2 bioskop dimanapun, yang kita anggap tidak syar’ie. Karena salah satu tujuan besar kita adalah bagaimana agar setiap manusia dimuka bumi ini dapat menjalankan seluruh aktivitasnya sesuai dengan syariah, sehingga tidak ada lagi kondisi keterpaksaan yang membolehkan melanggar syariah.

Dalam mengusung perubahan tersebut, tentunya banyak pihak yang harus kita yakinkan. Sutradara, produser, pemodal, pengelola bioskop, pemain film, crew, dan sebagainya. Karena seperti kita ketahui, cost yang harus dikeluarkan dalam memproduksi film tidaklah sedikit. Apalagi kita juga harus meyakinkan para pengelola bioskop, bahwa pasar untuk bioskop akhwat / bioskop ikhwan cukup menarik.

Di beberapa wadah yang berkaitan dengan seni, seperti ANNIDA, Rumah Film Salman (lupa namanya apa), Majelis Budaya Rakyat, dan sebagainya, ikhwah sedang berusaha untuk membuat paradigma baru tentang film mendidik, bermoral, dan syar’ie, bahwa film2 tersebut juga diminati pasar. Kita lihat juga, cukup banyak oragnisasi2 ikhwah yang terus menggaungkan film2 Indie, selain organisasi2 yang saya sebut diatas, ada juga Pro U, dan masih banyak lagi, yang belum kita ketahui. Tentunya ini bukan hanya harus didukung untuk tetap berlanjut, namun juga harus ditingkatkan. Ranah Indie yang hanya dijual di VCD dan DVD saja tidaklah cukup. Kita berharap ini mampu menggeser “film2 murahan” dari ranah tanah air kita. Dan secara struktural, PKS (jama’ah) juga terus memberi dukungan, baik di front line, maupun back line. Minimal ada mutaba’ahnya.

Namun lagi2 begitu banyak pihak yang harus kita yakinkan, bahwa industri ini menarik. Sayangnya, tidak banyak yang faham akan hal ini.  Kita memang terlalu sering menunggu. Menunggu agar industri film hingga penyelenggaraannya dapat kita terima secara total, tanpa sadar, bahwa peran kecil kita pun sangat dibutuhkan. Toh, disuruh (misal) udunan buat bikin bioskop aja, paling berapa yang mampu, dari yang mampu itu, berapa yang mau? Walaupun itu ikhwah.

Oh ya, ini juga bukan berarti mengharuskan untuk nonton ya.. Hanya menyaran kan ^_^. Lagi pula, saya belum tahu cerita utuh-nya. masih penasaran, karena TERNYATA BERSAMBUNG T_T. ggggrrrrrrrr!!!!!!
n kalau boleh sedikit kritik, (mungkin alhamdulillahnya), dalam hal romantisme semu, tidak mampu membuat merinding. Tapi, ketika kerinduan akan ibu, adik, kakak, dan hal2 semacamnya cukup menggetarkan. (menurut saya)

wallahu’alam.

Advertisements

Tagged: , , ,

§ 13 Responses to soal Ikhwah Nonton KCB

  • septy safridawati says:

    hmm…jadi ntinya pa nee??
    mau bangun bioskop yang kondusif?
    hmm…boleh2, hsilahkan hub calon arsitek septy safridawati!wkwkwkw….

    pasti mau nyari temen buat nonton KCB yaa….hahaha

  • biruhati says:

    sepakat…

    Nonton emang enaknya rame2, dan kita harus mendukung film2 seperti ini supaya menjadi box office di Indonesia minimal. Karena dengan begitu masyarakat per-film-an akan melihat, film2 seperti ini penggemarnya cukup banyak.

    Jangankan membangun bioskop, untuk meproduksi filmnya sendiri, susah mencari produser dari kalangan jamaah. Nggak ada yg mau dan bersedia, sehingga akhirnya produser dari kalangan umum. Bahkan AAC produsernya non-Muslim. Begitu kata kang abik dan Hanung waktu cerita soal AAC.

  • ismi says:

    yup,,yang penting niatnya,,
    banyak orang yang membid’ahkan sesuatu or melarangnya,,pie ternyata banyak sisi lain yang brmanfaat,,tergantung dari segi mana kita menilainya,,”Kullu amalin bin niyyah”, fa maa niyyatuhu?,,
    Semoga cerita2 islami seperti KCB inilah yang justru menghilangkan dahaga kita akan keindahan islam,,,menyentuh setiap nadi,,dan menyadari tangan2 allah yang mengalir dalam tubuh,,saat hati mulai gersang dan berpaling,,,

  • Aldo Al Fakhr says:

    kalau menurut ana ya.
    dalam konteks pribadi, antum ga masalah nonton di Bioskop, karena antm sndiri yg akan menanggungnya (baik ataupun buruknya)

    tapi
    kita hidup dalam lingkungan dakwah yg tentunya berjama’ah, mbok ye di liat dampaknya bagi jama’ah ini. apalagi kalau antm dah pnya binaan. ini ditakutkan menjadi pembenaran bagi bina’an antm tuk nnton di bioskop.

    bagi ana, nonton bioskop hampir sama dengan pergi ke pulp. tapi kadarnya tidak separah di pulp.
    an dpt cerita dr teman an yang ammah. ia bercerita bahwa dibioskop tuh bnyk yg berbuat maksiat. nah… skrg ap bedanya dengan di pulp.

    wallahu’alam

  • akheededi says:

    JP Said, “Rosul juga suka (minimal pernah, suka denger hadits2nya kan?) nonton bareng Aisyah.. -> artinya nonton ga haram. jangan sampai kita mengharamkan sesuatu yang halal (begitu juga sebaliknya).Karena jatuhnya (kalau ga salah) murtad…”

    Wah, masa sih? mangnya Rasul nonton apaan Om Jaka?
    Mangnya ada hadits dan sirahnya ya?

    saia baru tau tuh…
    ckckck…

  • aajaka says:

    Sebuah hadis dari Aisyah Ra meriwayatkan,
    \’\’Sesungguhnya orang-orang Habsyi mengadakan permainan
    untuk Rasulullah Saw, lalu beliau memanggilku, lalu
    aku melihat tontonan itu dari atas bahu beliau sampai
    aku merasa puas.\’\’ (HR. Ahmad)

    sekarang udah tau khan..? 😉

  • akheededi says:

    wah, keknya terlalu jauh menafsirkan nih om jaka…
    sebaiknya dikaji ulang om, karena tulisan om harus bisa dipertanggung-jawabkan, bukan hanya sebagai pembenaran.. 🙂

  • aajaka says:

    Kenapa kejauhannya? 😀
    Yang ditanya ma Dedi apa rosul suka nonton kan?
    Nah itu haditsnya, tentang Rosul suka nonton barng Aisyah.
    Kalau dalam konteks bioskopnya, silahkan baca kembali baik2, tulisan saya diatas. 😉

    Semoga Dedi juga tidak mengedepankan prasangka dalam beriskusi.
    Tapi harus ada dasar yang kuat dan ilmiah 😉
    oks?

  • asri says:

    i agree
    nonton d bioskop itu masalah imej bioskop, sm spt pub/bar
    tp klo pub/bar itu kan d dlmnya nda jelas ngapain dan minumannya beralkohol *okay, minimal orens jus, tp teteup yg beralkohol byk kan, bau2 alkoholnya pasti uhhh*

    btw, nonton apa enaknya sih sendirian? niat bgt… 😀

  • aajaka says:

    ya, banyakan lah, Sri..
    Ikhwan 10 orang rame2 😀

  • helenamayawardhani says:

    menanggapi komentar aldo (*yg d atas :d):
    “banyak yg berbuat maksiat itu tergantung kondisi bioskopnya, bioskop yg abal2 doank, nah kalo tetep ngelakuin hal maksiat ketika ntn di 21/blitz/XXI,wahh,bener2 ga tau malu tuh org,,:d :d ”

    btw kk, setuju ma komentar kk, feelnya ga dpt nih film,huhuhu..

    oia atu lagi kk, tambahin blog hlen doank kk d blogroll kk,
    wkwkwkwk..

  • aajaka says:

    Daftar dong, Len..
    disini : https://aajaka.wordpress.com/blogroll/
    😉
    :p

  • topan says:

    wah.. blom nonton (maklum kuper..)
    nunggu bajakannya aja dah…. ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading soal Ikhwah Nonton KCB at aajaka.

meta

%d bloggers like this: