SISI KIRI SEPATU BUSH

December 20, 2008 § 7 Comments


Hari ini, begitu banyak orang yang meng-elu-elukan sikap pelempar sepatu Bush. Namun aneh. Tidak seperti biasanya, kali ini aku tidak respek dengan tindakan seperti itu. Walaupun sejujurnya aku pun sangat benci dengan tindakan tindakan serta berbagai kebijakannya selama ia menjabat sebagai presiden Amerika. Khususnya kebijakan kebijakannya yang berkaitang dengan urusan luar negeri. Bahkan aku pun sangat tidak suka dengan kebijakan SBY yang menurutku terlalu berlebihan dalam menjamu Bush di Istana Bogor, tempo hari. Namun ini bukan berarti aku membenarkan perbuatan orang yang melempar sepatu pada Bush itu.

Sesungguhnya aku tidak mengerti maksud dari lemparannya tersebut ? apakah lemparannya hanya dikarenakan rasa kesal atau dendam? Oh… Mungkin karena beliau belum pernah mendengar cerita Ali yang tidak jadi membunuh Amr Bin Abdi Wud, yang hanya dikarenakan Amr Bin Abdi Wud meludahinya. Ali takut, ia membunuh hanya karena sebuah rasa kesal.

Jikalah pelemparan tersebut dimaksudkan untuk membalas semua perbuatannya, saya rasa juga perbuatannya tetap tidak etis. Masih banyak cara lain yang lebih layak. Misalnya, mengangkat kasusnya ke mahkamah internasional, atau cara – cara lainnya yang lebih layak dan lebih elegan untuk menghukumnya atau membalas perbuatannya. Dan memang, keadilan harus tetap ditegakkan !

Kondisi Bush saat ini juga tidak memiliki kekuatan. Memang ini tidak berarti seluruh dosanya bias kita anggap hilang selayak buih yang lenyap begitu saja. Namun, hal ini menunjukan bahwasanya konsentrasi kita sudah tidak perlu terlalu disibukan dengan Bush. Karena ia sudah tidak bias berbuat banyak, begitu juga untuk kemudharatan dunia. Inilah yang kemudian membuat saya merasa tidak tertarik untuk mengurusi Bush lagi. Rosulpun tidak pernah terus menghajar lawan perang yang sudah tidak berdaya.

Tataplah masa depan, kawan ! Bush sudah tidak ada artinya lagi. Bahkan dihadapan warga Amerika sekalipun. Ia sudah menjadi sangat hina. Apalagi dihadapan penduduk dunia, Ia sudah menjadi cerita lalu. Akan menjadi lebih baik jika mengawal masa depan. Jangan sampai kita terdzalimi lagi, ini yang lebih penting.

Namun saya tetap memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap inisiatif dan keberanian si pelempar. Dan mudah-mudahan, fenomena ini mampu menjadi pelajaran bagi Obama. Selayaknya seorang pemuda yang hendak memperingati Abu Bakar di awal masa kepemimpinannya dengan pedang. Walaupun Obama yang juga kafir, sangat tidak pantas untuk dibandingkan dengan Abu Bakar ra. yang mulia.

Semoga hati kita senantiasa dipenuhi dengan Cinta . . . Wallahu’alam bishowab. Alhaqqu mirabbikum fala taku nanna minal mumtarin. Mohon maaf atas segala yang kurang berkenan. Pada ALLAH mohon ampun. Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

*ditulis dalam serba keterbatasan dan sekemauan berkomentar juga tanpa fikir panjang 😀 V

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

§ 7 Responses to SISI KIRI SEPATU BUSH

  • peduli sepatu cibaduyut says:

    Benar sekali apa yang telah dikemukakan oleh aajaka di atas, tapi saya juga berusaha mengerti kenapa begitu banyak orang mendukung “sepatu terbang” al-zaidi seperti halnya saya mendukung sepatu cibaduyut.

    Pengalaman (baca: sejarah) menunjukkan bahwa cara-cara kasar, mbeling, ekstrim, dan sama sekali tidak elegan dalam “memberi pelajaran” kadang justeru sangat efektif. Kita tentu ingat kisah aksi ekstrim Ibrahim muda (‘alaihi sholatu wa salam) menghancurkan patung-patung sembahan kaumnya dengan kapak, bahkan dengan dibumbui sebuah ide “nakal” ala anak muda di mana beliau menyisakan patung yang paling besar dengan kapak beliau tinggalkan menggantung di tubuh sang patung. Sangat nakal dan sangat kasar bukan? Tapi pada saat yang sama sangat efektif bukan? Yang jelas pada saat itu Ibrahim muda tidak bisa mengajukan Namruz dan kaumnya ke mahkamah internasional sih… 🙂

    Aksi yang sama kasar dan sama nakalnya dilakukan oleh para pemuda muslim makkah dalam rangka “memberi pelajaran” kepada seorang tokoh musyrik makkah. Para pemuda muslim “nakal” itu beramai-ramai menggotong patung sembahan sang tokoh dan menceburkannya ke comberan selama beberapa hari berturut-turut. Hasilnya apa? Hal itu akhirnya menyadarkan sang tokoh bahwa patung sembahannya ternyata tidak bisa berbuat apa-apa bahkan sekedar untuk melindungi dirinya sendiri. Maka masuk Islamlah tokoh makkah itu dengan lantaran “ulah nakal” para “anak kemaren sore” yang “buandel-buandel”.

    Aajaka masih muda kan? Nakal nakal dikit ga papa lah… tapi dikit ya, dan harus nakal yang bervisi ya… 🙂

  • Jome Remodel says:

    Setidaknya dunia tahu bahwa masih ada orang yang berani berbuat untuk menunjukkan bahwa umat manusia yang normal sangat sangat benci pada Bush. Saya sangat hargai sang pelempar, at least beliau lebih jantan dari pada kita2 yang bisa nya cuma omong aja, mengutuk aja alias OMDO.

  • hmmm says:

    gak gitu jugalah..

    kata siapa si bush sudah tidak berdaya??
    buktinya, pelempar sepatu itu sampe dihukum 7 tahun…

    kenapa dia bisa dihukum tujuh tahun hanya karena sebuah pelemparan sepatu yang bahkan tidak mengenai bush sedikit pun??

    ya,, tidak lain tidak bukan karena kekuasaan si bush yang tetap kuat dan si bush pun berkata “saya tidak merasa terancam.”
    kenapa dia bisa berkata seperti itu??
    itu pasti karena powernya yang masih sangat harus diwaspadai…

    dan perbuatan si pelempar sepatu pun sangat manusiawi karena saat itu ia berhadapan dengan seorang yang telah membunuh jutaan rakyatnya, dan pantas saja kalau ia dihargai oleh bangsanya..

    dan dengan memujinya, itu merupakan suatu bentuk penhargaan kepadanya yang sudah sangat berani melakukan suatu hal yang tidak pernah ada yang membayangkan hal itu akan terjadi sebelumnya..

    hehe

  • @Jome Remodel
    yups.. makanya saya beri apresiasi yang cukup tinggi untuk keberanian dan inisiatifnya.
    -> paragraf 6

    @hmmm
    sda +
    mmm…. kira2 ancaman apa lagi yang perlu kita takutkan dari Bush kedepannya, setelah ia lengser ?

  • asri says:

    hah? 7 tahun? yaelah… ga kena pula…
    ga jd simpati deh… *emg tdnya mw simpati gt? ga jg 😀

    nick d komen pertama bagus 😀

  • Siska says:

    Mungkin Si Pelempar berpikir apa yang bisa dilakukannya melihat kemungkaran yang terrepresentasi dari seorang Bush.
    Mungkin lho yaaa
    Tapiiii, kakayknya klo aksi seperti itu gak pake mikir 🙂

    Salam kenal

  • ^
    memang, kemungkaran apa yang sedang ia lihat saat itu?

    Salam Kenal Juga ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading SISI KIRI SEPATU BUSH at aajaka.

meta

%d bloggers like this: