CURHAT AMAN, BUAT IKHWAN

December 15, 2008 § 5 Comments


Sebenarnya setiap orang pasti membutuhkan sarana untuk mencurahkan berbagai isi hatinya. Saya rasa tidak ada yang menafikan itu. Bahkan dalam beberapa penelitian (Coba baca buku-bukunya Faudhil Adzim). Orang yang sudah menikah itu umurnya relative lebih panjang. Hal ini dikarenakan ia punya tempat berbagi yang sebebas bebasnya. Tempat berbagi yang tiada sekat setipis apapun. Ya, seperti itulah manusia, selalu membutuhkan tempat untuk berbagi.

Tempat berbagi yang dapat kita gunakan ada berbagai macam. Diantaranya:

1. ALLAH

Kita dapat dengan sebebas-bebasnya curhat berduaan dengan sebebas-bebasnya dengan ALLAH. Dan sarana yang paling maknyusnya biasanya Qiyamul Lail. Ini bener-bener enak. Tapi, kalau emang lagi mau curhat, usahain Qiyamul Lail-nya di rumah aja, atau mesjid yang kira-kira sepi. Jangan di Masjid yang lagi ada agenda mabitnya. Yang ada ntar ga sempet curhat karena waktunya banyak buat taujih. Waktu tidurnya aja biasanya paling 2-3 jam.

Jadi saran saya, kalau emang nemuin mesjid yang biasanya sepi, tapi ga terlalu dingin, mending di mesjid aja. Kalau ga nemu, ya di rumah aja. Kenapa saya tetap merekomendasikan mesjid? Karena walau bagaimanapun, mesjid tetap memiliki nuansa yang lebih romantis dibanding dengan ruang kamar. Apalagi kalau kamarnya acak-acakan? D

2. MANUSIA

Kita tidak bisa menafikan peran manusia begitu saja. Walaupun kita bisa bebas curhat sama ALLAH, kita kadang – kadang tetep butuh juga curhat sama yang namanya manusia ini. Buktinya Rosul juga sering membagi kisahnya dengan Aisyah, padahal saya rasa Rosul lah manusia yang paling dekat dengan ALLAH.

Untuk masalah manusia ini, bisa dibagi lagi. Yang pertama Orang Tua. Orang tua ini biasanya agak jarang kita butuhkan sebagai sarana curhat, mungkin karena memang pemikiran dan jarak kita yang secara fisik agak jauh. Kita ngekos dimana, orang tua ada dimana? Selain itu, juga karena pemikiran tadi. Ketika di kampus kita dipertemukan dengan komunitas iman dan mendapat hidayah untuk bergabung dengan wadah ideologis tertentu, bisa jadi kemudian kita memiliki cara pandang yang agak berbeda dengan orang tua kita tentang berbagai hal. Nah hal ini juga yang biasanya menjadi hambatan.

Namun disaat-saat tertentu, berbicara dari hati ke hati dengan orang tua pun menjadi hal yang sangat penting. Dan mungkin biasanya orang tua kita yang lebih membutuhkan agar kita curhat ke mereka dibanding kebutuhan curhat yang kita rasakan sendiri.

Selain orang tua, bagi kita yang tergabung dalam sebuah forum ideologis tertentu, misalnya pengajian Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dan lain sebagainya, sudah barang tentu kita mempunyai seorang guru ngaji. Guru ngaji ini lah yang seharusnya juga mengetahui berbagai aktivitas dan pemikiran kita secara lengkap untuk kemudian diarahkan dan diasah agar potensi-potesi kebaikan kita semakin berkembang. Tapi juga tidak bisa dipungkiri, pasti ada hal-hal yang membuat kita canggung untuk mengungkapkan sesuatu pada guru ngaji kita.

Yang ketiga adalah pasangan hidup. Nah yang ini saya belum pengalaman. Tapi, kalau baca buku-buku nya Faudhil Adzim, Salim A Fillah, dll. Saya cukup yakin dengan memiliki pasangan hidup kita, kita akan dapat lebih enjoy. Dan mudah-mudahn berkah, bila dapat kita bingkai dengan bingkai yang Rosulullah ajarkan. Dan asyiknya lagi, kita tidak perlu menutupi hal apapun pada pasngan hidup kita. Harus sama sama saling tau sedalem-dalemnya. Dan harus sama sama bikin enjoy buat semuanya.

Yang keempat adalah lain lain. Bisa teman, saudara, dan sebagainya. Nah, yang ini agak susah buat digeneralisir. Soalnya, setiap orang punya karakter yang beda. Ada yang bisa enjoy banget ngobrol ma temennya (biasanya perempuan), ada yang rada introvert, dan sebagainya. Pokoknya banyak

3. BUKU

Soal yang ini, coba tanyain aja sama kaum hawa. Hehehe… Saya gak terlalu ngerti soalnya. Palingan pernah punya diary organisasi gitu. Dan diisi rame-rame. Hehehe…

4. BLOG

OK. Ada banyak orang yang mengekspresikan fikiran-fikirannya lewat blog. Hal ini cukup menyenangkan. Begitu juga yang saya rasakan. Dan ada perasaan bangga, bila melihat trafictnya lumayan bagus. Artinya blog kita rajin dikujungin orang – orang.

Bagi kaum hawa, (kaanya sih) ngeblog terkadang sama seenaknya seperti ngisi diary. Gak pake filter. Dan ngalir enak banget. Tapi, ya itulah mereka. Kita harus faham juga dengan kondisi psikologis mereka. Hal ini kadang diikuti juga oleh sebagian kaum adam. Tapi, kayanya ga banyak deh, kecuali dunia mau kiyamat. Hehehe…

Bagi kaum adam, biasanya ia merekonstrusksi diarynya agar sedikit punya added value. Bisa dibungkus menjadi sebuah essay, ataupun kalau berbentuk tulisan curhat, akan ditonjolkan hikmah-hikmahnya. Dan disini saya akan menshare cara curhat yang cukup aman bagi kaum adam, yang memang secara psikologis, kita males banget buat membeberkan isi hati, khususnya yang bersifat melankolis pada publik. Yaitu dengan membuat puisi.

Bayangkan saja, bila kita hendak berbicara tentang kasih sayang, kecewa, jatuh cinta, patah hati, cemburu, tertarik, ataupun hal hal yang sebeenarnya memang fitrah yang sudah di set pasti bakalan terasa pada siapapun. Lantas di share dengan cara seperti yang dilakukan kaum hawa. Wah, kayanya giamana gitu… Untuk itu, berpuisi lah. Karena dengannya, kita dapat sedikit mengaburkan hal hal yang kita anggap aib (walaupun sebenarnya bukan aib).Maka dari itu, berpuisilah, untuk memenuhi kebutuhan curhatmu (apalagi yang belum punya istri :D) namun tetap dapat menjaga kelaki-lakianmu.

Mungkin sekian dari saya, selanjutnya bisa ditambahkan atau dikomentari dapat langsung didiskusikan via blog ini. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishowab. Alhaqqu mirabbikum fala taku nanna minal mumtarin. Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

*nb : tulisan ini tidak termasuk dalam tulisan yang saya maksudkan dalam SATU PEKAN CINTA

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , ,

§ 5 Responses to CURHAT AMAN, BUAT IKHWAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading CURHAT AMAN, BUAT IKHWAN at aajaka.

meta

%d bloggers like this: