PENAWAR SESAL

December 4, 2008 § 4 Comments


Keisenganku ternyata menyisakan sebuah efek yang tidak sebentar. Hingga saat ini aku pun masih memikirkannya. Bagaimana jika para korban ku, atau teman-temannya menyimpan dendam? Itu artinya aku punya andil jika suatu saat nanti ia tak berhasil meraih syurga karena dendam. Bisa jadi aku pun akan dipersalahkan di pengadilan akhirat nanti. Atau misalnya kejadian tersebut menyisakan trauma bagi para korban. Baik trauma level rendah hingga trauma yang akut. Bisa berupa malu berkepanjangan, sedih , kesal,  jengkel, marah, atau sebagainya. Dan masih banyak dampak dampak lainnya yang tidak bisa diprediksikan. Dari yang paling kecil, hingga yang paling besar.

Tapi mungkin karena aku seorang lelaki, separuh fikiranku berkata, “Sudahlah, tak perlu difikirkan. Hal itu hanya membuang buang space di kepalamu saja”. Ya, begitulah laki laki. Bukannya kami tidak memiliki perasaan. Bahkan bisa jadi perasaan bersalah itu kami rasakan lebih dahsyat dari yang kaum hawa rasakan. Namun, fikiran kami, tetap terarah kedepan. Tetap terlintas “Apakah itu benar-benar sebuah masalah?”, “Kalaupun itu masalah, kira kira apa solusi yang harus kita kerjakan?”, dan fikiran fikiran lain semacam itu.

Sesungguhnya perasaan bersalah itu tetap bertebaran. Namun ini tidak boleh dibiarkan! Ini hanya akan menjadi hantu yang hanya mengganggu aktivitas. Kalaulah memang pertanggung jawaban yang telah diberikan itu kurang, tanyakan sajalah lagi. Apa yang kira kira harus dilakukan lagi, agar hutang ini terbayar lunas rasanya. Ya, mudah mudahan para korban sudah tidak memikirkannya lagi.

Namun ternyata hambatan itu ada lagi. Dan lagi lagi datangnya dari perasaan. Ternyata dibalik manfaat yang diberikan perasaan, ia tetap menyimpan kekurangan. Perasaan itu adalah perasaan tidak enak dan khawatir. Khawatir jika, beberapa diantara mereka salah sangka, dan sebagainya.

Sudahlah Jak!!, nanti habis waktumu untuk memikirkan sesuatu yang belum jelas. Lebih baik kau pastikan saja, sikapmu. Menghapus semua memory tentang kejadian itu, atau menanyakan “Adakah pertanggung jawaban yang masih kurang, atau belum ditunaikan?”. Tentukanlah sikapmu! Cukuplah kau hapus rasa bersalahmu dengan Maaf, Taubat, dan Tanggung Jawab. Apalagi, selain itu?

Baiklah, aku memilih yang kedua. Dengan segenap kerendahan hati, kutanyakan, “Adakah pertanggung jawaban yang masih kurang, atau belum ditunaikan?”. Namun aku pun memohon maaf, Karena aku tak kuasa untuk menanyakannya langsung. Aku hanya menanyakan itu dari sini, dan kalian bisa menghubungi handphone-ku. Maaf maaf. Lagi pula, telah kukatakan pada kalian, aku siap mendapatkan iqob dari kalian.

Sekali lagi, dengan penuh rasa penyesalan, aku memohon maaf. Terima Kasih. Dan semoga ini semua menjadi pelajaran berharga yang kemudian memberikan dampak positif dalam kehidupan kita semua. Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

* Bila kalian adalah teman mereka, dengan segala kerendahan hati aku memohon, tolong sampaikan hali ini pada mereka. Terima kasih.

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

§ 4 Responses to PENAWAR SESAL

  • fik says:

    tobat loe jak……[kyk gw dah sempurna aja 😀 ]

  • Ye… semua orang di dunia ini kagak ada yang sempurna..
    Kalau harus sempurna dulu, buat ngingetin, kaga bakal ada yang berhak buat ngingetin..
    Dan semua orang mungkin akan terlena dalam kekhilafan..
    wallahu’alam ^_^

  • perempuan says:

    Begitukah alam pikiran laki-laki ? hmmm… informasi yang sangat berguna sekali bagi perempuan…

    Tapi laki-laki yang ini sepertinya mulai memahami kenapa rahim disimpan di dalam diri perempuan…
    karena mereka berasal darinya

    Selamat menjalani perjalanan menuju diri sendiri… wahai laki-laki

    Terima kasih

  • Insya ALLAH..
    Harus terus belajar memahami semua hal yang bermanfaat, sebagai bekal menjalani kehidupan di dunia..
    agar kelak dapat menuai hasil yang didambakan di akhirat..
    Amien..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading PENAWAR SESAL at aajaka.

meta

%d bloggers like this: