HIKMAH KARENA USIL

December 3, 2008 § 8 Comments


Kemarin sore setelah presentasi Kewarganegaraan di Ged. K, saya bergegas menuju MSU untuk melaksanakan shalat ashar. Ketika hampir tiba di tempat parkir ged. B, hujan turun. Awalnya tidak begitu lebat, namun tidak lama kemudian berangsur menjadi hujan yang cukup lebat. Selesai memarkir motor, saya nekat lari ke MSU tanpa jas hujan. Kontan saja, di begitu sampai di MSU hujan pun menjadi deras dan terus menjadi sangat deras.

Di MSU saya bertemu dengan Iman, yang baru selesai shalat ashar. Kebetulan kami sama-sama mengambil mata kuliah Data Mining di kelas yang sama. Terjadilah diskusi antara kami berdua dalam waktu yang cukup singkat, mengenai ruangan kuliah. Akhirnya kami sepakat untuk berangkat bersama dan menunggu saya selesai shalat ashar. Walaupun kami belum tahu, kuliah nanti di ruangan mana, tapi kami tidak mau ambil pusing, ”tanya ke roster saja, nanti”.

Selepas saya selesai melaksanakan serangkaian ibadah shalat ashar, saya langsung menuju ruang sekretariat MSU untuk menemui Iman disana. Dan kami pun bertemu dalam kondisi hujan deras yang makin menjadi – jadi saja. Kondisi ini cukup membolak balikan hati kami, antara tetap masuk, atau meninggalkan kuliah ini saja. Namun pada akhirnya, kami memutuskan untuk tetap kuliah.

Kami bertemu di sekre dan keluar melalui serambi selatan Masjid. Kami berputar melalu serambi timur untuk mengambil sepatu saya dan keluar melalui serambi utara. Namun kondisi di serambi utara cukup ganas (lebay :D). Air hujan menghajar ruas masjid dan tidak memungkinkan untuk kami memakai sepatu disana. Kondisi inipun akhirnya memaksa kami untuk memutar lagi dan memkai sepatu serta kaluar memalui serambi selatan.

Setelah berjuang keras menerjang badai (lebay lagi :D), akhirnya kami pun sampai di gedung B, sebuah gedung perkuliahan yang menyimpan banyak sejarah (?). Ditengah kondisi nafas yang sedikit terengah-engah, kami berjalan menuju roster untuk mencari ruang kuliah. Namun anehnya, disana petugas roster tidak mendapatkan data mengenai ruang kuliah. Untungnya begitu kami keluar dari ruangan tersebut, terpampang sehelai kertas buram seburam langit pada sore itu. Alhamdulillah, disana tertera sebuah pengumuman, bahwasanya kuliah Damin dilaksanakan di B206, dan kamipun langsung menuju TKP.

Sesampainya disana, Iman cukup ragu untuk masuk, karena waktu sudah menunjukan pukul 16.00. Namun saya cuek saja dan langsung masuk. Iman pun menyusul masuk dibelakang saya. Mencari deretan bangku yang cukup terisi membuat kami akhirnya berputas untuk duduk de sebelah kanan dosen, sebuah lokasi yang jarang saya tempati.

Begitu beberapa menit setelah duduk, kami disodori sehelai kertas yang memberi saya pelajaran tentang sebuah hal. Kertas tersebut adalah form absensi. Form tersebut kontang langsung saya isi dengan tanda tangan saya, dan selanjutnya saya beri pada Iman untuk menanda tanganinya juga.

Fikiranku mulai nakal kali ini. ”Ah… Sekali sekali iseng absen-absenin orang ah…”. Tangan jahil inipun tak menunggu untuk mengabseni beberapa nama, padahal diantaranya ada yang sudah men-dropt mata kuliah ini. Pada waktu itu aku tidak berfikir apa-apa. Hanya iseng saja. Lagi pula ini mata kuliah pilihan yang dtawarkan di tahun terkahir. Bukan mata kuliah tahun-tahun awal yang masih sangat sensitif dengan masalah absen. ”Apalah artinya absen?”. Kurang lebih begitulah nakalnya fikiranku saat itu.

Akhirnya tibalah di penghujung waktu kuliah. Hal yang sangat tidak biasanya dijumpai, sang dosen mengabsen satu persatu nama yang telah ditanda tangani. ”Lho? Ada apa ini ”, fikirku, ”Gawat!! kasian orang-orang yang gak bersalah akibat ulah usil ku”.Lumayan tegang juga, jadinya. Setelah perkuliahan benar-benar selesai, aku menunggu untuk bertemu sang dosen. Wah… Ternyata cukup lama aku harus menunggu. Masalahnya ada beberapa mahasiswa yang langsung berkonsultasi perihal tugas besar mereka. Ya, sabar aja deh.. Kan salah sendiri juga.

Tibalah saat yang ditunggu. Aku lansung menemui dosennya dan mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi. Saya ceritakan saja, bahwasanya mereka tidak pernah memintaku untuk mengisi absennya dan sebagainya. Untungnya sang dosenpun cukup bijaksana, sehingga hal ini tidak akan berdampak apa-apa. Tapi, beliau tetap meminta agar orang yang diabsenin memberikan konfirmasi juga. Alahamdulillah. Ya, lumayan lha, ga ada apa-apa. Walau tetap saja harus merepotkan mereka untuk bertemu mengkonfirmasi. ^_^

Hikmah yang bisa dipetik :

  1. Hal yang kita anggap sepele bisa jadi tidak sepele dalam pandangan orang lain.
  2. Kurangi hal yang tidak penting, karena bisa saja hal tersebut memberikan dampak yag cukup berarti di kemudian hari
  3. Senantiasa berlaku jujurlah, karena kejujuran akan lebih menolong kita.
  4. Kalau baca, harus ngasih comment. Ayo, jangan boong kalau udah baca! WordPress punya datanya dek! ^_^V

Wallahu’alam Bishowab. Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

§ 8 Responses to HIKMAH KARENA USIL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading HIKMAH KARENA USIL at aajaka.

meta

%d bloggers like this: